Contoh kata mutiara untuk orang yang berkelakuan jelek

loading...

Contoh kata mutiara untuk orang yang berkelakuan jelekContoh kalimat kata mutiara penenang hati untuk orang yang berkelakuan jelek– Kata Kata Semangat, kata mutiara bersifat mendo’a kan dan nasehat hati. Untuk anda yang sedang mencari-cari informasi mengenai kata mutiara untuk orang yang berkelakuan jelek, Kata Nasehat Bijak mungkin artikel ini dapat menjadi cambuk untuk dirimu dan membantu anda. yang mana Nasehat itu sendiri adalah suatu masukan atau koreksi orang lain terhadap diri kita atau, jadi apabila kita diberikan nasehat hendaknya kita mendengarkannya dan apabila masukan itu baik dan positif dapat kita jadikan motivasi dan acuan agar menjadi lebih baik dan menjadi orng yang lebih pintar untuk melakukan sesuatu di kehidupan ini.

Jika kamu masih suka marah ke orang yang menyalahimu, maka kamu masih tetap menjadi pribadi yang pantas disalahi oleh orang lain.

Jangan karena kamu merasa hebat, kamu berbuat se-enaknya. Ingat, se-hebat-hebatnya orang bila bertindak bodoh, ya… bakal terlihat bodoh!

Jadilah orang yang menciptakan lingkungan baik, bukan orang yang diciptakan oleh lingkungan buruk. Jadilah minoritas di antara mayoritas.

Lebih gampang menilai orang yang banyak bicara, kenapa? Karena semakin banyak bicara, ya.. semakin terlihat sifat aslinya.

Bukan yang penting saya tahu, tapi yang penting saya bisa!

Aku harus sadar, bahwa hidup ini bukanlah menemukan diriku, tapi menciptakan diri yang aku inginkan.

Kalau kamu mau jadi orang rusak, sekarang pun bisa! Karena itu gak perlu waktu lama untuk mendapatkan hasilnya.

Kita bisa berbuat banyak ke orang lain dengan cara mengoreksi kesalahan kita, daripada mengoreksi kesalahan mereka.

Aku pikir, satu-satunya cara untuk lulus ujian adalah dengan menghadapi ujian, bukannya takut menghadapinya.

Kata-kata adalah doa. Kata-kata akan menarik kenyataan. Kata-kata memang gampang di ucapkan tapi gak gampang tuk di lupakan.

Jangan banyak bicara tentang hal yang gak penting, karena itu sama aja membuat dirimu gak penting juga buat mereka.

Semakin sedikit orang berpikir, semakin banyak mereka bicara. Semakin sedikit mereka bicara, semakin banyak mereka berpikir.

Cara terbaik untuk membujuk orang lain adalah melalui telingamu yang bersedia mendengarkan perkataan mereka.

Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik.

Masa lalumu adalah tempat yang baik untuk aku kunjungi saja, tapi sangat buruk untuk tinggal disana.

Doa tidak mampu mengulang waktu, tapi mampu membuat kesempatan datang kembali.

Doa tidak selamanya mampu mengembalikan mereka yang kita cintai, tapi mampu memberikan kebahagiaan bagi mereka.

Doa tidak selamanya mampu mengubah keadaan, tapi mampu mengubah cara pandang kita.

Terlalu lama ”mikir-mikir” untuk melakukan sesuatu, seringkali ujung-ujungnya berakhir dengan tidak melakukan apa-apa.

Bukan apa yang aku lakukan yang bisa menentukan, tapi seberapa banyak aku mencintai apa yang aku lakukan.

Kamu salah, jangan kamu ulangi. Kamu gagal, jangan kamu menyerah!

Jangan berhenti. Ketika semuanya menjadi rumit seperti yang biasanya terjadi. Istirahatlah, tapi jangan berhenti.

Selama aku terus mencari, jawaban pasti akan datang. Selama aku terus berusaha, hasil pun akan datang.

Pemenang untukku tidak selalu harus menjadi nomer satu, melainkan mampu mencapai hasil yang lebih baik daripada sebelumnya.

Saat ada yang kesal, marah, atau tersinggung, yang kamu harus lakukan hanyalah mendengarkannya.

Saat ini diriku memang gak seberuntung dirinya, tapi aku kan masih punya waktu untuk merubah diriku menjadi lebih baik lagi.

Di saat mereka berdebat, aku diam. Di saat mereka berhenti berdebat, aku memulai berbicara.

Selama diriku masih berusaha, aku tidak melihat ada garis akhir yang harus kulalui untuk berhenti.

Banyak orang yang enggan berubah karena gengsinya saat ini, padahal mereka seharusnya memikirkan gengsi yang didapat nanti ketika berhasil.

Semua ini hanyalah titpan, tapi yang penting adalah jadilah orang yang pantas dititipi.

Tidak ada orang yang mengenal dirinya melebihi dirinya sendiri. Jadi janganlah hidup dengan cara orang lain.

Jadilah orang yang luar biasa, maksudnya melakukan hal di luar ke-biasa-an.

Memutuskan suatu hal itu gampang, tapi banyak orang begitu rumit mempertanggung jawabkan hasil setelahnya.

Kadang kala kita perlu melakukan hal yang tidak kita suka untuk mendapatkan hal yang kita mau.

Buat apa jadi seperti mereka yang banyak bicara dan berdebat, lebih baik aku banyak bertindak dan bicara seperlunya.

Dengan tindakan, orang bisa lebih cepat mengenal dirimu. Kenapa? Ya, karena dengan tindakan sekaligus mewakili kata-katamu.

Bila aku ditimpa kesusahan, aku bersabar, maka kesusahan itu baik bagiku.

Bila aku mendapat kesenangan, aku bersyukur, maka kesenangan itu menjadi baik bagiku.

Hidup ini terlalu singkat untuk dijalani, kalau bisa membuatnya lebih indah, kenapa harus dijalani dengan air mata.

Rasa sakit dan kesedihan adalah bagian dari kehidupan. Menolak keduanya, berarti aku menolak kehidupan itu sendiri.

Seseorang harus selalu memelihara hubungannya dengan masa lalu, namun juga tanpa henti menarik diri dari masa lalu itu.

Makian tidak akan membuatku hina. Pujian pun tidak akan membuatku mulia.

Berbaik sangka akan membaikkan keadaan. Berburuk sangka akan memburukkan keadaan.

Seberapa besar keyakinanku, seberapa besar pemahamanku, maka sebesar itu pula potensiku.

Selalu ada harga yang harus dibayar jika ingin mencapai sesuatu di dalam hidup ini. Jadi kita tidak logis bila terus menyalahkan orang lain.

Jika aku tak berubah, aku tidak akan berkembang. Jika aku tidak berkembang, maka aku tidak akan benar-benar hidup.

Disini saya cenderung setuju dengan Schopenhauer yang mengatakan, “Pada dasarnya semua manusia mempunyai kemunafikannya sendiri yang disebutnya sebagai kebaikan.” Yang kemudian hal senada juga diungkapkan Nietzsche, “Kebenaran adalah sebuah kesalahan yang tanpanya kita tidak bisa hidup”.

Memang penampilan dan pencitraan adalah hal pertama yang akan dilihat oleh orang lain. Namun yang patut disayangkan adalah, kita cenderung akan langsung kecewa pada orang yang semula dikenal dengan citra baik kemudian berbuat satu kesalahan.

Kita akan langsung menghujat, mencibir, bahkan “Membunuhnya”. Kita sudah terlalu membiasakan diri dengan menyalahkan orang lain hanya dari apa yang kita lihat, dan yang paling parah adalah kita selalu merasa segala yang kita lakukan adalah benar.

Kita baru sadar bahwa apa yang kita lakukan adalah salah saat semuanya sudah terlambat, ketika kita sudah benar-benar jatuh dan kebiasaan kita selanjutnya adalah mengeluh dan berusaha melimpahkan kesalahan itu kepada orang lain.

Jika hal yang kita lakukan benar, maka kita akan merasa menjadi orang yang paling benar. Namun bila yang terjadi sebaliknya, maka kita akan berusaha melepaskan diri atau paling tidak mencari teman. Itulah manusia, diakui maupun tidak! Salam kebajikan

Contoh kata mutiara untuk orang yang berkelakuan jelek