Kata islami penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacar

Kata  islami penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacarContoh kata islami penuh motivasi, kata pencerah hati, penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacar– Jika seorang suami atau istri berburuk sangka itu sesuatu yang cukup wajar. Apalagi kalau dilihat dari keadaan nya sangat mungkin aja untuk bisa macam-macam dan bermesraan sampai bisa aja bersentuhan karena sudah terlanjur hati nya termakan oleh rayuan-rayuan gombal teman nya itu.

Lebih baik nya kamu memberikan batasan-batasan untuk memperkecil kemungkinan dia untuk macam-macam. Tapi itu justru memberikan rasa tidak nyaman dan juga bisa menciptakan kebohongan dari dirinya. Yang lebih lagi dia jadi bosan dengan kekasihnya dan lebih memilih mencari kenyamanan dari Orang lain.

Jika kamu tidak bisa menghilangkan pikiran terlalu buruksangka terhadap pasangan, selamanya kamu akan merasakan kegalauan yang tiada akhirnya. Selalu curiga dengan apa yang dia lakukan dibelakang kamu. Bukan hanya itu, kenyamanan dia tidak akan lagi terasa. Dan yang lebih umum kalian sulit merasakan keceriaan ketika bersama. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk menghilangkan pikiran terlalu buruksangka terhadap pasangan. Sehingga kegalauan, kegelisahan, kecurigaan, bahkan cemburu berlebihan tidak begitu terasa lagi. Dari kata mutiara hati.com, cara hilangkan pikiran terlalu buruksangka terhadap pasangan. Lebih mudahnya, cara agar kita bisa berpikir positif terhadap pasangan.

Kata  islami penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacar

 Suami harus lembut kepada istrinya. Lembut bukan berarti tidak tegas,, lembut dalam tutur kata dan perbuatan. Tanda suatu rumah tangga yang diinginkan kebaikan oleh Allah adalah apabila suami dan istri bersikap dan bertutur kata dengan lemah lembut.

“apabila Allah menginginkan kebaikan dalam suatu rumah tangga,, maka Allah akan masukkan ke dalam hati2 mereka kelembutan,, dan sebaliknya jika Alllah tidak menginginkan kebaikan dalam suatu rumah tangga maka Allah akan cabut kelembutan dalam hati2 mereka.

Rasulullaahu shalallaahu alaihi wa sallam bersabda,,. Kelemah lembutan itu tidaklah akan dicabut dari hati seorang kecuali akan dapat merusaknya,, dan kelemah lembutan tidaklah ada pada seseorang kecuali akan meng-indahkannya.

Berbuat baiklah kepada wanita,, karena wanita terbuat dari tulang rusuk yang bengkok,, tulang rusak yang paling atas,,, kalau kamu keraskan maka dia akan patah,,, kalau kamu diamkan maka dia akan tetap bengkok,, maka berbuat baiklah berlemah lembutlah kepadanya dalam menasihatinya. (Hadits Rasulullaahu shalallaahu alaihi wa sallam).

Seorang istri tidak hanya butuh terhadap materi,, namun istri juga butuh kelembutan,, butuh perhatian dari suaminya.

 Suami harus memiliki sifat halim, yaitu dapat menahan emosi.

Suami harus dapat menahan emosi disaat kondisi sedang marah. Karena marah bukanlah suatu solusi untuk menyelesaikan masalah.

Para istri telah mengambil perjanjian yang berat saat akad nikah, maka tanggung jawab suami terhadap istrinya sangat berat di mata Allah.

Barang siapa yang berhasil menahan amarahnya walaupun dia mampu untuk marah, maka pada hari kiamat akan dipanggil oleh Allah dengan namanya,, dan Allah akan memberikan kepadanya kesempatan untuk memilih bidadari dari bidadari2 surga yang diinginkannya.

Bukanlah orang hebat mereka yang berani kepada orang lain, melainkan orang hebat adalah mereka yang sanggup menahan marahnya meski dia mampu.

Barangsiapa yang dapat menahan amarahnya, maka Allah akan menutup aibnya dihadapan makhluk2NYA.

Sifat yang juga harus dimiliki oleh suami adalah al anah.. Tidak tergesa2 dalam mengambil sikap. Berfikir dulu sebelum bertindak

Sesungguhnya dalam diri kamu ada dua sifat yang disenangi oleh Allah yaitu al halim dan al anah,, yaitu dapat menahan emosi,, dan tidak tergesa2 dalam mengambil sikap.

 Sabar.

Sabar itu indah ditelinga. Namun berusaha untuk sabar itu sangat berat.

Al Imran ayat terakhir…
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

Sesungguhnya Allah bersama orang2 yang sabar.

Kiat untuk dapat sabar:

Janganlah para suami membenci istrinya karena ada satu akhlak yang buruk dari istrinya,, karena banyak akhlak baik yang lain yang dimiliki oleh istrinya. Begitu juga seharusnya seorang istri kepada suaminya.

Salah satu sifat wanita yang dapat menyebabkannya masuk kedalam neraka adalah kufur kepada kebaikan suaminya.

Kesabaran terkadang diuji dalam rumah tangga yang dibangun tidak dengan rasa cinta dari suami kepada istrinya atau sebailknya. Namun hendaknya mereka (suami dan istri) harus tetap sabar,, karena betapa banyak rumah tangga yang dibangun tidak atas dasar cinta melainkan dibangun atas dasar mengharap ridho Allah.

Abu Darda pernah berkata kepada istrinya,,, “ya istriku jika aku marah,, ridho lah kepadaku,, dan begitupun jika kamu marah,, aku tetap akan ridho kepadamu…”

“Suami yang baik bukanlah sebatas suami yang tidak menyakiti istrinya saja, melainkan suami yang baik adalah juga suami yang dapat sabar dari segala gangguan dari istrinya.

Tegar diatas kebenaran.

Suami jangan sampai goyah dihadapan istrinya, harus tetap tegar di atas kebenaran. Suami harus tegar dan tegas dalam hal kebenaran. Tidak ada tawar menawar dalam urusan agama. Namun tegas dalam hal ini tidak otoriter,, suami harus mau bermusyawarah dengan istrinya dalam mengambil suatu sikap. Mau menerima pendapat istrinya jika yang disampaikan oleh istrinya adalah kebenaran.

Ulama mengatakan bermusyawarah hukumnya wajib. Ajaklah istri untuk bermusyawarah dalam suatu permasalahan, mintalah pendapat darinya. Jika kamu berselisih dalam satu masalah, kembalikanlah kepada Allah dan Rasulnya. Tanyakanlah kepada Ahli Ilmu.

Suami harus bertanggung jawab.

Sadar bahwa kedudukan suami adalah sebuah amanah dari Allah Subahanahu wa Ta’ala yang akan dimintakan pertanggungjawabannya di hari kiamat. Karena itu, penting sekali seorang suami memiliki rasa takut terhadap Allah, rasa takut inilah yang akan membuat dirinya dapat bertanggung jawab penuh terhadap amanahnya menjadi seorang suami dengan sebaik2nya.

Perkara2 atau sifat2 yang harus dijauhi oleh seorang suami :

Jauhkanlah perbuatan maksiat,, karena perbuatan maksiat akan menjauhkan dua orang yang saling mengasihi.

Tidaklah dua orang yang saling berkasih sayang tiba tiba berpisah kecuali akibat daripada dosa yang dilakukan oleh salah satu dari keduanya.

Orang yang sering berbuat maksiat, emosinya sering tidak terkendali, mudah marah.

Terkadang maksiat berawal dari kedua mata kita,. Sifat manusia jika melihat sesuatu yang lebih bagus,, maka dia akan menginginkan sesuatu yang lebih bagus tersebut.

Sofyan ats tsauri berkata, orang yang paling bodoh adalah orang yang melepaskan pandangannya kepada sesuatu yang tidak mampu untuk dimiliknya.

Hendaklah mereka menjaga pandangan2 mereka dan menjaga kemaluan2 mereka.

Fitnah yang paling berat bagi laki2 adalah wanita.. Rasulullaahu shalallaahu alaihi wa sallam bersabda, tidaklah ada fitnah bagi laki2 yang paling berat kecuali fitnah wanita.

Janganlah melakukan perbuatan yang dapat menimbulkan sifat suudzon istri.

Suami jangan melakukan perbuatan perbuatan yang membuat istrinya curiga, karena akan dapat menghilangkan kepercayaan istri kepada suami. Selama istri percaya kepada suami maka akan tercipta kebahagiaan dalam rumah tangga.

Jauhkan sikap mudah berburuk sangka kepada istri.

Berburuk sangka akan menimbulkan dua dosa, yaitu mencari cari kesalahan dan ghibah.

Hai orang2 yang beriman, jauhkanlah dari kalian berburuk sangka,, karena akan membuat kalian menjadi memata matai,, dan kemudian akan menjadikan kalian berbuat ghibah.

Seorang mukmin selalu memberikan maaf kepada saudaranya dan seorang kafir selalu mencari2 kesalahan orang lain.

Rumah tangga yang bahagia bukanlah rumah tangga yang tidak ada pertengkaran di dalamnya,,, melainkan rumah tangga yang penghuninya bisa mengatasi pertengkaran yang terjadi diantaranya dengan cara yang baik.

Semoga ana dan antum menjadi suami yang baik dan semoga kita semua termasuk suami yang sesuai dengan kriteria hadits Nabi shalallaahu alaihi wa sallam yaitu suami yang senantiasa berbuat baik kepada istrinya.

Keburukan batin

Orang yang sering berburuk sangka akan menilai bahwa orang lain pun memiliki pemikiran yang sama seperti yang ia pikirkan. Dia akan merasa orang lain juga akan berpikiran buruk tentangnya, sehingga ia tidak merasa bersalah ketika harus membeberkan keburukan orang lain.

Dari keempat hal di atas sebenarnya masih banyak lagi penyebab datangnya prasangka buruk yang bisa menggerogoti hati dan pikiran kita. Maka untuk menghindari adanya buruk sangka ini, kita membutuhkan suplemen yang bisa memproteksi dan memberikan kekebalan terhadap hati dan pikiran agar kita tidak mudah terhasut buruk sangka, Sebagaimana Firman Allah SWT

”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…’ (QS al-Hujurat: 12)

Jangan mencari kekurangan orang lain.

Manusia adalah tempatnya alfa, siapapun diri kita pasti pernah melakukan kesalahan, maka tugas utama kita bukanlah untuk menghakimi dan mencari kekurangan orang lain sehingga kita lupa bahwa diri kita sendiri sesungguhnya lebih banyak kesalahannya dibandingkan dengan orang yang kita nilai.

Muhasabah diri setiap hari.

Muhasabah atau introspeksi diri merupakan sarana yang penting agar diri kita terhindar dari segala prasangka buruk, karena dengan adanya muhasabah diri setiap hari setidaknya kita bisa berkaca dan mengetahui kekurangan diri kita dibandingkan dengan menilai kekurangan orang lain.

Perbaiki dan bersihkan diri dari sifat buruk

Tidak dapat dipungkiri bahwa diri kita ini akan semakin mudah untuk terjangkit sifat sifat buruk yang mendatangkan buruk sangka manakala kita tidak punya upaya untuk memperbaiki diri dan berkaca dari kesalahan masa lalu ataupun kesalahan orang lain. Maka kita harus berani menekankan kepada diri kita bahwa segala perbuatan buruk sangka hanya akan memakan kebaikan yang kita lakukan dan mengundang sifat sifat buruk yang lainnya.

Mari kita renungi juga Pesan dari Rasulullah SAW:

“Hati-hati kalian dari buruk sangka, karena itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian mendengarkan ucapan orang lain dalam keadaan mereka tidak suka. Janganlah kalian mencari-cari cela orang lain. Jangan kalian berlomba-lomba untuk menguasai sesuatu. Janganlah kalian saling hasad, saling benci, dan saling membelakangi” (HR. Imam Bukhari & Imam Muslim).

Mulai saat ini, sertakan selalu hati dan pikiran yang bersih dan jernih dalam menilai sesuatu, karena hitamnya hati hanya akan membutakan segala kebaikan yang ada di depan mata kita, karena sungguh Allah Maha Mengetahui segala isi di dalam hati kita dan segala sesuatu prasangka yang terbesit di dalam hati kita, tak pernah luput dari perhatian Allah SWT.

Tidaklah halal bagi seorang muslim untuk meninggalkan saudaranya lebih dari tiga malam. Keduanya juga saling bertemu, tetapi mereka tidak saling mengacuhkan satu sama lain. Yang paling baik diantara keduanya yang terlebih dahulu memberi salam”.
(HR. Muslim)

Andai saja kita jujur, pasti benci dan dendam membuat hatimu panas terbakar amarah, menghilangkan ketenangan hatimu, membuatmu bersikap tidak karuan, menghilangkan seleramu kketika berjumpa dengan seseorang yang engkau benci. Coba pertimbangkan, apakah itu menguntungkan atau bahkan merugikan dirimu? Andai saja kita jujur saudaraku.

Karenanya, mari kita hindari diri dari sifat ini karena pada hakikatnya merugikan diri kita secara lahir dan batin. Islam sebagai jalan yang lurus untuk semua ummat dapat memberikan solusi yang baik untuk menuntun kita ke jalan yang benar. Ada banyak solusi menghilangkan rasa benci dan dendam di hati kita. Ialah :

– Banyak-banyaklah berdzikir (mengingat Allah),

insyaallah akan ada ketenangan di hatimu sebagai mana firman Allah :

“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah (zikrullah) hati menjadi tenang”.
[Q-S Ar-Ra’d ayat 28.]

– Bersabarlah

Dari Abu Hurairah R.A., Rasulullah saw bersabda, Orang yang hebat itu bukanlah orang yang kuat pukulannya, sesungguhnya orang yang kuat adalah yang mampu mengekang hawa nafsunya ketika marah. (H.R. Bukhari dan Muslim)
*mengekang hawa nafsu tentunya memerlukan kesabaran dan keimanan yang kuat.

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema`afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
[Surat Ali Imron 3 : 134]

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
[Q.S Al-Baqoroh 2 : 153]

– Jadilah Seorang Pemaaf

Allah berfirman :

“…Maka barangsiapa yang memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas tanggungan Allah.”
[Q.S.Asy-Syura : 40]

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma`afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.

[Q.S Ali Imron 3 : 159]

Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.

[Q.S Al-Baqoroh 2 : 263]
Dalam hadist :

“Rasulullah SAW bersabda, “wahai Uqbah, bagaimana jika kuberitahukan kepadamu tentang akhlak penghuni dunia dan akhirat yang paling utama? Hendaklah engkau menyambung hubungan persaudaraan dengan orang yang memutuskan hubungan denganmu, hendaklah engkau memberi orang yang tidak mau memberimu dan maafkanlah orang yang telah menzalimimu.”
(HR.Ahmad, Al-Hakim dan Al-Baghawy).

“Ada 3 hal yang apabila dilakukan akan dilindungi Allah dalam pemeliharaanNya dan ditaburi rahmatNya serta dimasukkanNya ke dalam surgaNya yaitu : apabila diberi iia berterimakasih, apabila berkuasa ia suka pemaaf dan apabila marah ia menahan diri”
[HR. Hakim dan Ibnu Hibban]

– Biasakanlah diri Berperasangka Baik

Dalam al-quran Allah berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia sangat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia sangat buruk bagimu. Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”
[Q.S. Al-Baqarah : 216]

”Hai orang-orang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain.Sukakah salah seorang diantara kamu, memakan daging saudaranya yang sudah mati ?.Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.Dan bertakwalah kepada Allah Tuhan Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
[QS.Al-Hujuraat :12]

– Ingatlah bahwa Dendan dan Benci itu merugikan dirimu sendiri

Kelak akan menimpa umatku penyakit umat-umat terdahulu yaitu penyakit sombong, kufur nikmat dan lupa daratan dalam memperoleh kenikmatan. Mereka berlomba mengumpulkan harta dan bermegah-megahan dengan harta. Mereka terjerumus dalam jurang kesenangan dunia, saling bermusuhan dan saling iri, dengki, dan dendam sehingga mereka melakukan kezaliman (melampaui batas).
(HR. Al Hakim)

Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).
[Q.S Al-Maidah : 91]

– Jangan Sombong dan menganggap diri paling benar
Mari kita koreksi diri, adanya kejadian pasti karena ada penyebabnya.

“Tidak akan masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada seberat biji sawi dari kesombongan.”
[HR. Muslim]

– Ikhlas dan Tawakkallah

Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya,dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki
[Q.S Al-Falaq 1-5]

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan,Dan katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan,Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”
[Q.S Al-Mu’minuun 96-98]

-Dan jika benci dan dendam itu tak jua hilang, maka ingatlah kebaikannya saja, mungkin ada kebaikan yang pernah ia lakukan untuk kita, jangan selalu memikirkan keburukannya, kejahatannya dan sifatnya yang kurang terpuji, Insyaallah hati kita akan terobati.
Itulah yang dapat penulis sarankan dalam perkara Menghilangkan Benci Dan Dendam di hati kita. Semoga Petunjuk dan hidayahNya selalu bersama kita.

Mari sama-sama kita berdoa,

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu, teguhkanlah hati kami diatas ketaatan kepadamu,arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”
Amiin, ya Robbal ‘aalamiinnn…

Itulah sedikit artikel tentang –Contoh kata islami penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacar. Semoga bermanfaat untuk semua manusia.

Kata islami penenang hati agar tidak gampang terlalu buruk sangka dengan istri atau pacar