Kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016

Kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016 Contoh kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016– Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan umrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memberi kepada mereka apa yang mereka minta dan cita-citakan, dan Dia mengabulkan semua doa mereka itu yang bersungguh-sungguh berdoa kepadanya, kemudian Dia akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuk-Nya, satu dirham menjadi sejuta dirham yang akan dia terima” (HR Baihaqi)

Kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016

Kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016 yang indah dan tentu pasti akan memberikan pada ketenangan jiwa dan bagi siapa saja yang membacanya. Terlebih lagi kata mutiara bijak islami tersebut juga akan memotiovasi kita kembali untuk lebih baik lagi dalam menjalani kiehidupan.

“Labbaik Allahumma Labbaik”, artinya kami memenuhi dan akan melaksanakan perintah-Mu ya Allah.

“Labbaika laa syarika laka labbaik”, artinya tiada sekutu bagi-Mu dan kami insya Allah memenuhi panggilan-Mu.

“Innal hamda wani’mata laka wal mulk. la syarikalak”, artinya sesungguhnya segala pujian, nikmat dan begitu juga kerajaan adalah milik-Mu dan tidak ada sekutu bagi-Mu.

Allah SWT selalu memanggil hambanya ke tanah suci untuk menunaikan ibadah umroh maupun haji dengan cara-Nya sendiri. Logika matematika tidak akan berlaku disini.

Saat Allah SWT mengundang hambanya untuk menunaikan untuk ibadah umroh atau haji, maka sang hamba tadi tidak akan bisa menolaknya. Begitu pula bagaimanapun besar keinginan kita untuk menunaikan ibadah ini, jika Allah SWT belum panggil kita, maka kita pun pasti tertunda keberangkatannya.
“Boleh jadi Allah akan mengabulkan harapan kita dengan tidak memberi apa yang kita inginkan, karena Dia Maha Tahu bahaya yang akan menimpa dibalik keinginan kita” (Aa Gym)

“Kunci sukses adalah kegigihan untuk memperbaiki diri dan kesungguhan untuk memberikan yang terbaik dari hidup ini” (Aa Gym)

“Dimana ada keinginan, disana ada jalan. Dimana tekad semakin membaja rintangan tak akan menjadi penghalang, kesuksesan kian menjelang” (Aa Gym)

“Tidak perlu menjawab penghinaan dengan penghinaan lagi, cukup jawablah dengan evaluasi diri, gigih memperbaiki diri, dan berikan bukti yang tak terpungkiri” (Aa Gym)

“Sikap emosional merupakan ciri belum terampil untuk mengendalikan diri. Bagaimana mungkin bisa mengendalikan orang lain dengan baik, jika diri sendiri kurang terkendali” (Aa Gym)

“Keberanian untuk mengatakan tidak tahu untuk hal yang tidak diketahuinya akan jauh lebih menenangkan dan dihormati jika dibandingkan selalu ingin kelihatan serba tahu atau sok tahu” (Aa Gym)

“Akan ada saat hati menjadi sedih dan gelisah. Jangan biarkan larut dan mencuri hidup kita, bangkitlah, sibuklah, bergaulah dengan orang yang bermanfaat dan perbanyaklah berdzikir” (Aa Gym)

“Jangan takut menjadi tua, karena semua pasti akan menua. Takutlah untuk menjadi tak dewasa, karena kedewasaan merupakan sikap yang menjadi jalan menuju kebahagiaan dan kemuliaan” (Aa Gym)

“Kritik yang didasari pada kedengkian cenderung akan menghina, mencaci, dan menyakiti. Dan hasilnya bukan perubahan melainkan kebencian dan permusuhan” (Aa Gym)

“Jika kita boleh memilih 5 hal di dunia ini, maka pilihlah agama, harta, akhlak mulia, rasa malu dan pemurah. Pesan lukmanul hakim kepada anaknya” (Uje)

“Duduk diam berpikir bersama Allah SWT sama artinya dengan menyusun kekuatan dalam gerak dan ucap” (Uje)

“Kebaikan akan mengantarkan seseorang kepada kebenaran, dan kebenaran akan mengantarkan seseorang pada puncak pengetahuan lalu akan menjadi rendah hati” (Uje)

“Maafkan dan lupakan, itulah maaf yang sesungguhnya” (Uje)

“Hidup bukan hanya untuk hari ini, besok ataupun lusa. Hidup juga untuk menuju kehidupan yang kekal, maka tanamkanlah kebaikan dalam hidup ini” (Uje)

Setelah kita melihat kata kata mutiara islami dan kata mutiara bijak islami dari para Ustadz ternama di Indonesia. Dan di bawah ini kami juga tidak akan lupa untuk memberikan beberapa kumpulan kata kata hikmah dari sahabat Rasul dan para khalifah serta dari beberapa Hadist Riwayat.

“Orang yang menghina orang lain, maka ia akan dihina” (Umar Bin Khattab)

“Orang yang berkata jujur maka akan mendapatkan 3 hal, yaitu Kepercayaan, Cinta dan Rasa Hormat” (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

“Perbanyaklah kamu untuk mengingat mati karena hal tersebut bisa membersihkan dosa dan membuat kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia” (Rasulullah)

“Niat adalah ukuran untuk menilai benarnya suatu perbuatan. Jika niatnya benar, maka perbuatan akan benar, dan jika niatnya buruk maka perbuatan itu buruk” (Imam An Nawawi)

“Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepaa Allah” (Ibnu8 Mas’ud)

“Barang siapa ia keluar untuk mencari ilmu, maka ia akan berda di jalan Allah sampai ia kembali” (HR Trimidzi)

“Diantara dosa-dosa yang paling besar adalah berkata kasarnya seseorang kepada kedua orang tuanya” (HR. Bukhari)

“Hati-hatilah pada dunia dan juga hati-hatilah pada wanita, karena pertama bagi Bani Isroil adalah karena wanita” (HR. Muslim)

“Barangsiapa memaafkan saat ia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada haris kesulitan” (HR. Ath-Thabrani)

Alangkah anehnya jika ada jamaah haji yang sibuk lisannya mencaci maki, sibuk lisannya berkeluh kesah. Apa yang harus kita keluhkan dengan jamuan Allah yang sangat melimpah ini? Dan andaikata kita mau bertambah syukur saat menunaikan ibadah haji, salah satu tekniknya adalah lihatlah kepada orang yang lebih gesit dari kita.
Seharusnya selama kita di Masjidil Haram melihat kakek yang tawaf, kita jadi malu karena orang sudah jompo dan sudah tungkup masih tetap mau tawaf, itulah salah satu tanda syukur kita. Kita diberikan kesehatan begini, kita lihat ada juga yang cacat yang jalannya pakai lutut, kita harusnya bersyukur, “Ya Allah Engkau perlihatkan saya melihat dia, Engkau takdirkan saya menjadi normal.”

Kita bersyukur dengan tekad supaya tubuh ini penuh manfaat. Kita lihat saudara-saudara kita yang berada di pinggir jalan bergeletakan tidak punya tempat bernaung, Alhamdulillah harusnya kita bersyukur. Harusnya air mata ini berderai-derai merasakan syukur yang luar biasa tiada bertepi. Tetapi bagi orang yang kufur nikmat selalu ada yang kurang, salah semuanya, kurang semuanya. Akibatnya wajahnya bermuran durja tidak ada kecerahan, kata-katanya cenderung terus meremehkan, menghina, mencela, memaki, mengeluh, tidak ada kata-kata yang indah. Raut muka menjadi rusak, cara bicaranya juga emosional membuat orang yang mendengar menjadi terpengaruh hingga sama-sama busuk hati dan tidak disebut nama Allah SWT. Orang inilah yang tidak pernah menikmati ibadah dalam bentuk apapun, karena kufur nikmat memang merupakan sebuah perbuatan yang amat tercela, amat hina, amat tiada tahu diri, naudzubillahimindzalik.

Dikisahkan ada seseorang yang beribadah terus menerus selama tujuh puluh tahun tanpa henti sampai dia meninggal. Allah memerintahkan malaikat supaya memasukkanya ke sorga dengan rahmat Allah SWT, namun orang yang mau dimasukkan ke sorga itu bertanya: “Ya Allah bukankah saya sudah tujuh puluh tahun ibadah tiada henti, mengapa Engkau masukkan saya ke sorga karena rahmatMu? Bukankah saya bisa ke sorga dengan amal kebaikan saya?”

Maka Allah memerintahkan malaikat untuk menimbang semua kebaikannya, ternyata sesudah ditimbang tujuh puluh tahun ibadah tiada henti, masih belum cukup untuk mensyukuri sebelah mata saja nikmat dari Allah SWT. Masya Allah… untuk mensyukuri sebelah mata saja kita tidak cukup, apalagi mensyukuri nikmat seluruh tubuh ini. Belum lagi kita mensyukuri nikmat Islam hingga tidak dijadikan kita ini orang yang tersesat, belum lagi kita diberikan nikmat iman, nikmat untuk bisa menjalankan ibadah ke tanah suci. Subhannallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar.

Oleh karena itu waspadalah bagi saudara-saudara yang tidak berhati-hati dalam menjaga dirinya, sebetulnya tidak ada yang bisa menghancurkan haji kita kecuali diri kita sendiri dan tiada yang membuat runyamnya suatu masalah pada diri kita kecuali orang-orang yang kufur nikmat. Orang yang kufur nikmat adalah orang yang sibuk mencela daripada memuji nikmat Allah, yang sibuk merasa kurang dibanding merasakan kelebihan dari Allah SWT. Memang orang-orang yang kufur nikmat tidak akan pernah menikmati apapun dalam hidup ini selain kekurangan dan penderitaan. Tidak pernah tampak kemuliaan dari kata-kata dan pribadinya selain kehinaan dan keburukan.

Tiada Tuhan selain Allah yang Maha Mendengar, mudah-mudahan kegigihan kita dalam bersyukur bisa diaplikasikan dalam bentuk lain, seperti berterima kasih kepada yang memberi segala nikmat. Jarang sekali orang menuntut dirinya untuk berterima kasih namun menuntut orang lain untuk melakukan sesuatu untuk dirinya. Seorang anak yang tahu balas budi kepada orang tua adalah anak yang tahu bersyukur, dan biasanya anak soleh ini dimuliakan dunia akhiratnya oleh Allah SWT.

Seorang murid yang benar-benar tawadhu dan tahu membalas kebaikan gurunya adalah murid yang bersyukur, biasanya ilmunya akan barokah membawa manfaat dan juga akan mengangkat derajat. Tapi sayang banyak diantara manusia yang seperti air susu dibalas dengan air tuba, melihat orang tua hanya melihat kekurangan dan kesalahannya sehingga tidak tahu balas budi sehingga digolongkanlah ia menjadi anak durhaka, yang biasanya penderitaannya di dunia sudah langsung/cash diberikan oleh Allah kepada anak yang tidak pernah mengenang kebaikan orang tua. Anak yang tidak tahu syukur, kehidupannya diselimuti bala dan dosa. Orang yang ahli syukur adalah orang yang selalu lebih banyak mengingat jasa baik orang lain sebagai jalan dari Allah datangnya nikmat, sementara orang yang kufur nikmat hanya sibuk dengan kesalahan dan kekurangan orang dan selalu menuntut haknya. Oleh karena itu waspadalah orang yang tidak punya kemampuan melihat kebaikan dan jasa orang lain, dia tidak akan menikmati apapun dalam hidup selain kecewa, dan kekecewaan itu bukan karena orang lain tetapi karena kufur nikmat dirinya sendiri.

Haji yang Mabrur adalah haji yang tahu berterima kasih kepada Allah yang diaktualisasikan dengan bersyukur dan berterima kasih kepada mahluk-mahlukNya. Andaipun kita dapati kesalahan mahluk dan sebagainya, bisa menjadi ladang untuk memaafkan, ladang untuk memperbaiki diri, ladang untuk menasehati, bukan menjadi ladang untuk busuk hati.

Syukur kita dengan mulut adalah dengan terus memperbanyak menyebut nama Allah, dengan banyak menyebut hamdalah. Syukur kita dengan mulut adalah dengan mencegah setiap perkataan yang tidak disukai Allah, syukur kita dengan kening adalah dengan memperbanyak bersujud, syukur kita dengan mata adalah dengan menjaga pandangan dan juga memperbanyak keakraban dengan membaca Alquran. Syukur kita dengan ukhuwah adalah dengan tidak menyakiti siapapun, dengan banyak menolong siapa saja. Syukur kita dengan tubuh adalah dengan menggunakannya untuk meningkatkan ketaatan, syukur kita dengan harta yang ada adalah dengan kita nafkahkan di jalan Allah dengan cara yang benar, syukur kita terhadap tenaga adalah dengan melindungi orang yang lemah teraniaya, syukur kita terhadap ilmu yang kita miliki adalah dengan menyebarkannya dengan cara yang benar kepada orang lain. Syukur kita terhadap kedudukan dan jabatan yang kita miliki adalah dengan cara bagaimana menggunakan jabatan yang dimiliki sehingga membuat orang lain lebih dekat kepada Allah SWT dan syukur kita terhadap kehidupan ini adalah dengan mempersembahkan yang terbaik, yang bisa menjadi manfaat di dunia dan bekal kemuliaan di akhirat kelak.

“Esensi ritual haji adalah evolusi eksistensial manusia menuju Allah. Haji adalah drama simbolik dari filsafat penciptaan anak cucu Adam.” “Haji adalah perjalanan kehidupan, perjalanan totalitas diri, sebuah perjalanan suci (secret journey).”

“Haji menentang semua bentuk perjuangan yang tak bertujuan.”“Eksistensi manusia tidak berarti dan tak berharga sama sekali kecuali jika tujuan hidupnya adalah senantiasa untuk mendekati ruh Allah.”

“Dalam perpaduan pada haji, nama, ras, dan status sosial tercampakkan. Yang kita rasakan adalah persatuan absolut. Inilah drama kolosal monoteisme yang sedang dipanggungkan manusia.”

“Bahkan dengan pekerjaanmu sendiri, engkau menjadi budak dengan bekerja karena dorongan kebiasaan atau terpaksa! Sekarang tinggalkanlah pola yang demikian. Milikilah “kesadaran” yang sebenar-benarnya mengenai Allah Yang Maha Besar, manusia, dan dirimu sendiri. Ambillah tugas yang baru, arah yang baru, dan keakuan yang baru.”

“Wahai manusia, bayangkanlah dirimu sebagai sebuah partikel besi dalam medan magnet: bayangkanlah engkau seolah-olah berada di antara berjuta-juta burung putih yang sedang bermikraj.” “Engkau akan menyaksikan sebuah gelombang putih sedang berduyun-duyun menuruni bukit menuju masjidil haram. Sebagai salah seorang diantar mereka engkau merasa bahwa dirimu adalah tidak lebih dari setetes air di tengah samudra!”

“Betapa indahnya ka’bah yang kosong ini. Kekosongan ini yang menjadi penunjuk arah untuk gerakan selanjutnya. Ya, ka’bah hanyalah sebuah tonggak penunjuk jalan.” “Inilah gerakan abadi menuju Allah. Bukan menuju Ka’bah.”

“Kabah menghadap ke setiap arah dan tidak menghadap ke arah manapun juga. Walau tak berarah, tetapi dengan menghadap Kabah ketika shalat sesungguhnya engkau menghadap Allah. Mungkin ketiadaan arah ini sulit dipahami, tetapi disana kita bisa merasakan keuniversaltasan dan kemutlakan.”

“Nabi Muhammad berkata, “Muhajir yang ideal adalah yang berbuat seperti Hajar.” “Nama hajar berarti kota, melambangkan peradaban. Selanjutnya, setiap hijrah, seperti yang dilakukannya, adalah sebuah gerakan menuju peradaban.”

“Tawaf adalah gerakan cinta. Gerakan cinta ialah gerakan seekor kupu-kupu. Kupu-kupu yang berputar-putar menghampiri nyala lilin hingga tubuhnya terbakar dan hangus, sedangkan abunya hilang diterbangkan angin, hilang dalam padang cinta, dan mati dalam cahaya.”

“Di maqam Ibrahim, engkau bersilaturahmi dengan Allah dengan begitu akrabnya. Hiduplah seperti Ibrahim dan jadilah arsitek Kabah di negeri dan eramu masing-masing. Membuat negerimu aman sebagaimana yang engkau rasakan sendiri di tanah Haram. Membuat dunia ini sebagai masjid yang damai.”

“Sa’i benar-benar bersifat material, kebutuhan material, tujuan material, dan aksi material.”

“Air tidak ditemukan lewat ikhtiar yang memayahkan, tetapi melalui cinta setelah kita bekerja secara serius dan sungguh-sungguh.”

“Mengunjungi Kabah dalam haji umrah engkau dapat menemukan dirimu sendiri dan setelah itu barulah engkau menemui Allah.”

“Arafat berarti pengetahuan dan sains; Masyar berarti kesadaran dan kepahaman; dan Mina berarti cinta dan keteguhan jiwa.”

“Kemenangan harus terpancar dari wajahmu, bukan dari sesuatu yang terlihat olehmu.” (Andre Gide, filsuf Perancis)

“Wahai gelombang-gelombang, sesungguhnya eksistensi kalian tergantung pada “gerak” kalian dan jika kalian tidak bergerak kalian adalah mati!”

“Engkau adalah penghuni dari empat buah penjara raksasa, yaitu alam, sejarah, masyarakat, dan dirimu sendiri.”

“Engkau berada disini untuk memetik ajar budi bahwa tanpa disertai orang-orang lain , usahamu untuk mencari surga tak beda dengan usaha seorang yang tamak dan itu sangat buruk.”

“Nabi Muhammad bersabda, “Jika pada kehidupan akhir kelak seseorang belum juga mau urun pikiran untuk kesejahteraan masyarakatnya atau bellu mengusahakan hal itu, maka ia bukanlah seorang muslim.” (Pertanyakan pada dirimu sendiri pertanyaan yang sepanjang masa diajukan manusia: Apa saja yang harus kit alakukan untuk masyarakat?”

 

Kata mutiara islami terindah menuju baitullah dan makna naik haji 2016