Puisi cinta paling romantis menuju hari pernikahan 8 september 2016

loading...

Puisi cinta paling romantis menuju hari pernikahan 8 september 2016Kumpulan puisi cinta paling romantis, paling indah, paling mesra menuju hari pernikahan terbaru 8 september 2016– Jika kita semua bicara tentang pernikahan sepertinya identik dengan kebahagiaan yang sangat luar biasa dalam hati, kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh kedua calon pengantin , pernikahan akan lebih lengkap jika di tambah suasana yang romantis dan salah satu suasana romantis ini dapat di ciptakan dengan cara menghadirkan sebuah kata-kata puisi pernikahan . Di tuliskan dalam undangan pernikahan atau dalam pidato pernikahan contohnya ” sang pengantin lelaki titip selembar puisi yang di bacakan kepada tamu undangan , kren bukan….?” dan satu lagi yang tidak kalah pentingnya adalah memilih puisi yang cocok untuk di sajikan dalam acara sakral , magis dan romantis pernikahan ini . Kenapa harus puisi ? Karena sudah Banyak orang percaya bahwa puisi punya cita rasa seni tinggi, bahasa sastra yang indah menjadi penunjang yang kuat menjadikan puisi itu indah dan nikmat di hati .

Dan di bawah ini ada beberapa contoh kalimat –Puisi cinta paling romantis menuju hari pernikahan terbaru 8 september 2016– yang bisa anda baca dan anda contoh untuk di tuliskan pada undangan atau di bacakan oleh mempelai pria kepada mempelai wanita .

Tiba jua hari ini..
disaat aku Melangkah sendiri
Tak ada lagi ibu dan ayah yang menemani
Doa’akan aku dan dirinya untuk bisa merajut mimpi
Melangkah dalam ridho Ilahi.
Mungkin aku tak akan lagi ada disini
Namun Ayah dan ibu, kalian akan selalu bersama diri ini
Dalam hati dan lantunan do’a-do’a ku..

ayah..ibu ijinkan aku kali ini tuk bersimpuh di pangkuan kalian..
tuk sekali lagi merasakan kasih sayang kalian,
tuk melebur kesalahan yang pernah aku lakukan kepada kalian..
untuk kembali memohon do’a dan restu dari ayah dan ibu..

ayah..ibu teringat episode hidup ku bersama kalian..
telah sekian lama aku berada dalam pelukan kasih sayang kalian…
segala peluh dan keluh mengiringi langkah kalian dalam merawatku..
begitu banyak air mata yang telah ayah dan bunda keluarkan dalam mendidikku..
tak terasa episode hidup itu cepat berlalu meninggalkan segenap kerinduan dalam hatiku..

maafkan aku ayah dan ibu,atas segala kesalahan yang terukir dalam episode hidupku..
kini diriku telah dewasa, belum dapat aku memberikan senyuman di bibir kalian
memberikan binar kebahagiaan di mata ayah dan ibu atau berbakti atas segala jasa – jasa ayah dan ibu..

Hari ini aku akan memulai Sunnah Rosul Mulia, dalam sebuah mahligai rumah tangga..
Ayah.. ibu Ajari aku tuk mencinta..
cinta yang bermuara pada Allah semata.
Bimbing aku dan dirinya tuk bersabar,dengan kesabaran yang tak lekang diterpa cobaan.
Dukung aku dan dirinya saat kami melangkah dalam kebenaran..
ingatkan kami jika melangkah menuju jurang kesalahan.
kami memohon do’a dan restu ayah dan ibu.
Karena pada hari ini kami telah berikrar untuk mengarungi samudra rumah tangga, menapak jejak rosul mulia.

janganlah engkau lelah dalam mendoakan aku dan dirinya,
do’a yang menguatkan ikatan,
do’a yang meneguhkan kesabaran,
do’a yang mengikhlaskan pengorbanan,
yaitu do’a dalam sujud-sujud panjang tahajudmu,
agar kami bisa menggapai sakinah, mawaddah, warahmah.

Ayah… ibu… Ajari kami tentang kasih sayang,
kasih sayang yang tak lekang dimakan usia,
bimbing kami tuk sekali lagi bersabar, dengan kesabaran yang seluas samudra..
arahkan kami tuk menguatkan ikatan..ikatan pernikahan dalam bingkai ibadah.

Bimbing kami tuk menumbuhkan kasih sayang diantara kami.
Ajari kami cara terbaik tuk mendidik putra putri kami kelak..
Dan Kokohkan tekad kami dalam memikul tanggung jawab.

Ayah..ibu relakan aku terhempas bersama putaran waktu ..
Tersenyumlah saat nanti kalian lepas genggaman tanganku..
karena..senyuman kebahagiaan ayah dan ibu..
adalah senyuman kebahagiaan kami.
Untaian cinta untukmu ayah dan ibu..
Akan ku jadikan kau permata di pentas hidupku
Pintaku padamu kekasih hati
Temanilah aku menyelami rindunya
Itulah destinasi percintaan ini

Pada kau yang bergelar istri
Ku hadiahkan sekalung rindu Illahi
Ku bimbing sama langkahmu
San kau pun sama.

Jika kau tertelan empedu akulah penawarmu
Jika aku tertusuk duri kaulah penawarku
Kekasih kekal lah bersamaku
Langit menuliskan di dedaunan rindu
Takdirmu merawat pohon cinta bersamaku .

Akan tiba saat’a
Jiwa ini terjerat cinta
Tak lagi sekedar mainan
Namun sebuah perjanjian

Cinta tulus ini
Terpadu juga dalam sebuah akad
Perjanjian diri tuk saling setia
Sehidup semati, menyatukan separuh jiwa

Saat akad terucap,
Resmi diri ini seutuh’a milikmu
Resmi hidup ini ku serahkan untukmu
Konsekuensikan ucap akad itu
Sebagai wujud cinta kita

Berjanjilah tuk kt kan yg sebenar’a
Bahwa kita saling CINTA

Kalian telah diciptakan berpasangan
Dan selamanya kalian akan berpasangan
Bersamalah… sampai Sang Maut memisahkan nyawa dari raga
Bersamalah… namun biarkanlah ada ruang di antara kebersamaan itu
Tempat angin surga menari-nari di antara kalian

Berkasih-kasihlah, namun jangan membelenggu cinta
Biarkanlah cinta itu bergerak senantiasa
Seperti aliran sungai yang mengalir lincah
di antara kedua belahan jiwa

Isilah cawan-cawan cintamu
Tapi jangan saling minum dari satu cawan
Saling berbagilah
Tapi jangan makan dari pinggan yang sama

Bernyanyilah dan menarilah bersama
dalam segala suka dalam segala duka
Tapi biarkan masing-masing hatimu
Menghayati kesendiriannya

Walau lagu yang sama sangat menggetarkan jiwa
Tapi gitar punya tali dengan nada sendiri-sendiri
Berikan hatimu, tapi jangan sekali-kali saling menguasai
Sebab hanya Tuhan sang penguasa kehidupan
Yang memiliki kuasa atas hatimu

Berdirilah kalian sejajar, tapi jangan terlalu dekat
Sebab tiang-tiang masjid pun tidak dibangun terlalu rapat
Begitu pula pohon jati
Begitu pula pohon cemara
Mereka tidak tumbuh dalam bayangan satu dengan yang lainnya.

Nah, itulah contoh kalimat –Puisi cinta paling romantis menuju hari pernikahan 8 september 2016. Semoga bermanfaat.

Puisi cinta paling romantis menuju hari pernikahan 8 september 2016